Showing posts with label Event. Show all posts
Showing posts with label Event. Show all posts

Tuesday, July 16, 2019

[Review Event] Road To Republic IoT 2019 Kota Semarang


Semarang jadi salah satu kota yang disinggahi diantara 5 kota yang didatangi acara yang diorganisasi oleh Makestro yang berkolaborasi dengan Kominfo ini. Pelaksanaannya sendiri dilakukan selama dua hari, yakni sesi seminar dan workshop.

Sabtu pagi (13 Juli), acara yang mengusung tema Artificial Intelligence and Internet Of Things atau AIOT ini dilaksanakan di Wisma Perdamaian. Kami sendiri hanya mengikuti hari pertama yang banyak diisi pengetahuan tentang IOT dan implementasinya hingga masa depan teknologi ini dikemudian hari. Sedangkan hari kedua, Minggu (14 Juli), kami pikir itu lebih diperuntukkan bagi para makers dan developer.

Semarang jadi tuan rumah

Semarang tidak sendiri menjadi tuan rumah penyelenggaraan roadshow IOT ini. Ada Medan dan Bali yang lebih dulu, Semarang Kota ketiga, kemudian dilanjut Malang (27-28 Juli) dan Bandung (3-4 Agustus).


Acara dibuka oleh perwakilan Dinas Kominfo Jawa Tengah yang diwakili Ibu Ratna Dewajati, selaku Sekretaris Diskominfo Jateng. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan terima kasih terpilihnya Semarang menjadi salah satu kota acara ini. 'Kami senang Semarang jadi tuan rumah.'

Peserta yang mengikuti acara ini, terutama sesi workshop dan mengirimkan produknya dapat membantu provinsi Jawa Tengah menyelesaikan berbagai permasalahan yang berhubungan dengan teknologi.

Bahkan beliau akan mengajak peserta yang memiliki kemampuan untuk mewujudkan berdikari Jawa Tengah. Pertemuan ini diharapkan tidak berhenti di sini.

Sesi diskusi


Diantara pembicara yang duduk di depan, ada satu pembicara lokal yang mungkin sebagian peserta yang hadir mengenalnya. Mas Rofiq Cahyo Prayogo yang akan berbicara di sesi berikutnya dengan membawa Si Robo, produk buatan bersama rekannya yang mengembangkan teknologi IoT.

Lainnya, ada Aris Kurniawan (Kasubdit Pemberdayaan Kapasitas TIK, Kominfo), Ibu Ratna masih melanjutkan ikut diskusi, dan Pak Teguh Prasetya, ketua Asosiasi IoT Indonesia. Kami baru tahu ada Asosiasi ini di Indonesia.

Sesi ini benar-benar dimanfaatkan dengan berdiskusi antara pembicara dan peserta yang hadir. Materi sebenarnya baru dapat didengarkan pada sesi pak Teguh dan mas Rofiq setelah sesi ini.

Dari apa yang kami tangkap, fungsi IoT seharusnya dapat mempercepat dan memudahkan layanan publik. Teknologi IoT menjawab pertanyaan dari permasalahan yang ada selama ini.

Melihat potensi IoT untuk Developer dan Makers


Bagian sesi ini diisi oleh pak Teguh yang menerangkan perubahan IoT hingga tahun 2022. Bagaimana tantangannya, industrinya hingga mengubah mindset tentang IoT yang dapat mempermudah.

IoT termasuk salah satu dari 8 teknologi yang muncul di era disruptip sekarang ini bersama AI, Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), Drones Blokchain, 3D Printing, dan Robotic.

Menurut beliau, jangan ragu untuk meniru. Seperti Jepang yang meniru Amerika, Korea meniru Jepang dan China yang meniru dunia. Meniru bukan mencontek.

Tentu saja, sesi ini sangat panjang untuk diceritakan dalam satu halaman. Semoga kami bisa membawa di halaman berikutnya. Selain berbicara IoT, beliau mengenalkan tentang Asosiasi IoT Indonesia yang sudah ada sejak tahun 2015.

Si Robo, robot edukasi IoT untuk Anak Sekolah


Kami baru tahu tentang si Robo di acara ini. Semarang punya Makers dan Developer yang tak kalah dengan kota-kota lainnya. Mengambil sesi setelah makan siang, mas Rofiq bukan saja mengenalkan produk yang telah dibuat dan sudah banyak digunakan ini, tapi juga langsung mengajak peserta terlibat.

Robot edukasi ini berbasis Android dengan pemrograman Blok berbahasa Indonesia. Selengkapnya tentang Si Robo ini bisa dilihat via website sirobo.id.

Berkenalan dengan AIoT

AIoT adalah Artificial Intelligence and Internet of Things. Sesi bagian akhir ini dibawakan oleh dua pembicara dari penyelenggara, yaitu Makestro. Perkembangan dan potensi IoT sangat besar hingga beberapa tahun kemudian.


Keduanya yang berasal dari Bandung dengan menampilkan banyak portofolio yang membuat kami terkagum-kagum. Makestro sendiri merupakan komunitas yang diinisiasi DycodeX.

Sedangkan DycodeX sendiri adalah startup yang bergerak pada bidang hardware yang arahnya ke Internet of Things. Dalam persentasinya, mereka telah membuat banyak produk seperti SmartTernak, AITrash, Batik Analyzer dan lainnya.

Makestro pada intinya mendukung para makers dalam mengembangkan produk, seperti acara ini dan sesi workshop yang memfasilitasi makers dengan board yang telah disiapkan.

 Peserta kebanyakan adalah mahasiswa

Acara ini merupakan sosialisasi RIoT 2019 dengan menghadirkan sesi seperti seminar, breakout Class, Challenge dan Expo. Acara utamanya sendiri dilaksanakan bulan November.

Peserta dapat mengirimkan produknya yang nanti bersaing dengan peserta lain. Kepoin Instagram riot4id untuk lebih detailnya.
...

Kami harap ada developer dan makers terpilih yang berasal dari Semarang untuk mengikuti acara utama yang dilangsungkan bulan November 2019.

Dengan adanya workshop di hari kedua, ada produk yang dibuat lalu dikompetisikan. Semarang sebagai salah satu kota yang disinggahi tentu sangat diharapkan sekali.

Artikel terkait :

Saturday, July 13, 2019

[Video] Semargres Parade & Run 2019


Salah satu strategi mengkampanyekan promosi agenda Semarang Great Sale tahun ini adalah digelarnya parade kostum yang disisipi lomba lari. Seperti apa suasananya, intip video di halaman ini.

Akhir bulan Juni, tepatnya tanggal 30 Juni, kawasan Car Free Day Simpang Lima mendadak ramai dengan kehadiran parade menggunakan kostum unik sambil membawa payung.

Rupanya itu adalah acara Semargres Parade & Run 2019 yang mengambil titik lokasi utama di kantor RRI Semarang yang berada di jalan Ahmad Yani.

Kami jadi ingat dengan kegiatan serupa yang dilaksanakan tahun 2016. Waktu itu bertajuk karnaval Semarang Great Sale. Ternyata sudah dua tahun kami melewatkan acara seperti ini.

Semargres sendiri merupakan agenda Semarang dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Semarang. Biasanya, waktu pelaksanaan dilakukan berdekatan dengan hari jadi. Namun tahun ini diundur. Sama seperti Semarang Night Carnival 2019.



Video berikut ini berdurasi kurang dari 3 menit. Kali ini kami bukan dari media peliput, kami melihat parade ini saat berada di CFD saja.

Artikel terkait :
Klik gambar

Thursday, July 11, 2019

[Live Event] Seperti Apa Suasana Launching ASUS ROG “Be-Unstoppable"


Kami akan segera melengkapi beberapa foto yang kami taruh di Twitter Momen. Acara Asus yang menghadirkan jajaran laptop baru dari brand ROG selesai sudah dilaksanakan, Kamis siang kemarin (11/7) di Jakarta. Intip suasananya dan beberapa informasi menarik lainnya.

Menyenangkan kembali ke Jakarta dan terlibat, baik sebagai undangan (bloger) maupun kampanye promosi produk terbaru untuk Asus Indonesia.

Untuk ulasannya, ditunggu saja. Sementara kami membawa suasana acaranya yang dapat dilihat via Twitter @livedotsemarang atau di bawah ini. Beberapa kicauan ada yang berasal dari rekan-rekan bloger yang turut hadir di lokasi acara. Kami harap kamu suka dengan kemasan ini (mengumpulkan tweet).


Artikel terkait :
Klik gambar

Friday, June 28, 2019

Festival Komunikasi dan Edukasi 2019, Panggung Creator Content


Satu hal yang paling menarik dari acara yang diselenggarakan di Universitas Semarang atau lebih familiar dengan sebutan USM ini adalah diangkatnya Content Creator. Perkembangan istilah ini sangat menarik beberapa tahun belakangan. Seperti apa acara ini dikemas?

Sebagai salah satu pembuat konten di Kota Semarang, kami menyukai acara seperti ini. Apalagi segmen anak muda yang sekarang benar-benar memperhatikan diri mereka dalam keterlibatan industri kreatif.

Festival Komunikasi dan Edukasi (KOMED) yang digelar oleh Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) USM ini hadir bukan saja mewadahi mahasiswa untuk menampilkan sisi kreatif mereka, tapi juga sebagai sebuah nilai dari kampus yang berada di jalan Arteri Soekarno Hatta ini.

Tahun 2019 adalah tahun kedua penyelenggaraan acara yang dilangsungkan selama satu hari di gedung Auditorium Ir. Widjanarko ini pada tanggal 26 Juni 2019 dari jam 9 pagi hingga 9 malam.

Mengusung konsep festival, maka pengunjung yang diharapkan datang dari kalangan umum, mahasiswa hingga tingkat pelajar SMA atau SMK ini bisa melihat berbagai stan yang sudah dibuat semenarik mungkin.

Panggung utama, tempat kami hadir dalam sesi jumpa pers dan terakhir kami ke sini saat acara CNN disediakan untuk diisi sesi seminar. Rangkaian lainnya ada workshop, coaching clinic, festival K-Pop Dancing, dan sebagainya.

Saat tiba, stan kuliner sudah menyambut kami. Setelah proses registrasi, stan-stan lainnya dapat ditemui di dalam. Mulai dari stan fotografi, pameran foto hingga stan yang mewadahi para pembuat konten atau creator content.

Konferensi pers


Mungkin ini adalah pengalaman pertama kali buat kami yang hadir dalam sesi acara konferensi pers dengan melibatkan bukan hanya undangan dari pihak media, tapi undangan dan peserta yang hadir. Termasuk satu ruangan dengan lokasi acara festival diselenggarakan.

Jadi sesi jumpa pers ini lebih berasa seperti acara talk show ketimbang sesi khusus yang kami pikir untuk media yang biasanya kami hadiri. Sedikit mengganggu memang karena sedikit kehilangan fokus. Mungkin di masa depan, harus memikirkan tempat khusus tersendiri untuk awak media.


'Dare to Express dipilih menjadi tema penyelenggaraan festival KOMED kedua dengan tujuan mengajak siswa SMA/SMK, mahasiswa dan masyarakat untuk mengekspresikan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki'. Zain Nugraha Aji, ketua panitia.


'Festival Komunikasi dan Edukasi memberikan kontribusi penting bagi pengembang kreativitas generasi muda secara luas, dan khususnya mahasiswa Ilmu Komunikasi itu sendiri. Dan harapannya mampu menciptakan peluang kerja sama dengan berbagai pihak, seperti instansi pemerintah, swasta, media dan berbagai komunitas yang menjadi stakeholder Ilmu Komunikasi FTIK USM'. Fajrianoor Fanani, Ketua Jurusan/ Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi.


'Kamu bisa punya freedom, tapi sudah tidak freedom saat mengganggu orang lain'. Archico Guiliano, Producer dan Jurnalis Australia Broadcasting Channel.


'Media sosial itu buat cerita, media massa buat berita. Kalau kamu ingin jadi penulis, cari tulisan yang menginspirasi dan kreatif. Bila kamu ingin menjadi Youtuber, tonton banyak video yang dibuat Youtuber juga. Proses diceritakan, bisa jadi konten juga'. Anto Motulz, Content Creator Advisor.

Panggung Creator Content (pembuat konten)

Para kreator konten lokal Semarang mengisi sesi setelah acara jumpa pers.

Ini menarik melihat bagaimana istilah pembuat konten dimasukkan dalam rangkaian acara. Bukan sekedar membuka stan untuk melengkapi 6 stan yang disediakan, seperti fotografi, kuliner dan sebagainya, tapi juga panggung untuk pembuat konten lokal mengisi acara.

Selain itu, ada sesi tersendiri yang berbicara tentang pembuat konten dengan membawa Anto Motulz sebagai pembicara yang dalam rilis kami terima ditulis sebagai Content Creator Advisor.


Melengkapi nama-nama pembicara selain yang kami sebutkan di atas, masih ada Andreas Pasolympa (Motivator), Loecia Nhadilah Sannie (Corporate Communication Supervisor Allianz Indonesia, dan Faizal Rachman (Fotografer, Darwis Triadi School).

Promosi jurusan Ilmu Komunikasi


Hadirnya Festival KOMED di tahun kedua bukan saja memberi wadah bagi mahasiswa  untuk memanfaatkan pengetahuannya yang selama ini didapatkan dari bangku kuliah (teori). Mereka diberi kesempatan untuk langsung memprakterkkannya.

Acara ini juga jadi ajang kolaborasi mata kuliah yang melibatkan Manajemen Acara, Manajemen Public Relations, Fotografi, Internal dan Eksternal Public Relations serta Komunikasi Pemasaran. Menarik-menarik yah mata kuliah yang didapatkan di sini.

Kehadiran pelajar SMA/SMK yang turut hadir menjadikan ajang acara ini sebuah promosi jurusan Ilmu Komunikasi USM. Mereka dapat melihat senior-senior mereka yang sudah berkuliah dan apa saja yang didapatkan.

Untuk diketahui, bahwa acara seperti ini juga ada dalam Fakultas yang sama, yakni Festival Komukino. Itu berarti dalam satu tahun, Fakultas TIK memiliki dua agenda besar yang sangat menarik untuk dihadiri guna menambah pengetahuan tentang jurusan ilmu komunikasi bagi para pelajar untuk menentukan masa depan di bangku kuliah nantinya.

Festival KOMED secara keseluruhan memberikan perhatian pada dunia komunikasi dan segala perkembangannya terutama yang berkaitan dengan teknologi komunikasi yang dibarengi edukasi agar generasi muda mampu untuk memilah berbagai kegiatan positif yang yang berhubungan dengan Internet.

Keterlibatan alumni dalam sesi coaching clinic juga menarik. Harapannya untuk memberikan gambaran secara lugas tentang komunikasi dan berbagai bidang ilmu yang dapat diketahui.





Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Saturday, June 22, 2019

Dianggap Berpotensi, Semarang Dipilih Sebagai Salah Satu Kota Roadshow Kompetisi Kewirausahaan DSC|X 2019


Ada 9 kota yang dipilih dalam perhelatan kompetisi Diplomat Success Challenge ke-10 tahun 2019 / (DSC|X). Salah satunya Kota Semarang yang menempatkan Impala Space sebagai lokasi acara berlangsung pada kamis malam (20/6).

Jarang-jarang melihat para wirausahawan muda berkumpul di Semarang. Bahkan tempat yang digunakan penuh sesak. Tapi itu tidak menghalangi mereka duduk manis mengikuti acara. Selain mendengarkan pembicara, juga menyusun rencana dari sosialisasi kompetisi.

Maklum, tidak hanya mendapatkan hibah sebesar 2 milyar rupiah bila proposal wirausaha mereka lolos, tapi juga mendapatkan pendampingan oleh mentor-mentor yang punya pengalaman wirausaha dan sukses dibidang masing-masing selama masa inkubasi nantinya.

Acara yang sayang dilewatkan

Dalam rilis yang kami terima, ajang kompetisi yang digagas Wismilak sejauh ini meraih antusias tinggi kepesertaan dari para wirausahawan muda nasional sejak dibuka pendaftaran secara daring (online) pada 15 Mei lalu dihelat di Impala Space.

Para pembicara yang berjaket kuning di tengah

Nama Impala Space mungkin bagi kamu sebagian masih asing, tapi di Semarang, Impala bukan sekedar Coworking Space. Namun dikenal menjadi tempat berkembangnya industri kreatif dan ekosistem startup di Kota Semarang.

Roadshow kompetisi DSC|X ini dilakukan dari tanggal 21 mei sampai 23 Juli 2019 di sembilang Kota di Indonesia. Selain Semarang, ada Surabaya, Malang, Yogyakarta, Bandung (25/6), Medan (4/7), Makassar (9/7), Bali (16/7) dan Jakarta (23/7).

Sangat sayang dilewatkan bila kamu adalah seorang wirausahawan muda, mengingat selama acara, para peserta akan mendapatkan pengetahuan mengenai wawasan kewirausahawan dan informasi terkait dengan mekanisme submisi proposal DSC|X.

Edric Chandra, Marketing Community & Event Manager Wismilak

Pembicara pertama datang dari penggagas acara, mas Edric. Menurut beliau, “Semarang adalah salah satu kota bisnis yang punya potensi besar lahirnya wirausahawan-wirausahawan muda.

DSC|X menjadi ajang paling strategis, memadai dan menjanjikan bagi mereka yang terhitung pemula dalam dunia usaha. Di dalam roadshow, para peserta akan mendapatkan pengetahuan mengenai wawasan kewirausahaan dan informasi terkait dengan mekanisme submisi proposal DSC|X.”

Yoga Muda, penggagas Loffle Pop Up Dessert Semarang

Menurut Yoga Muda, DSCX 2019 ini event yang sangat sayang sekali untuk dilewatkan. Ada 3 alasan kenapa kaum muda harus ikut event ini: Bertemu orang-orang baru yang punya energi positif untuk menjadi besar sekaligus akan jadi network bagus, Kesempatan untuk belajar dari mentor-mentor yang ahli di bidangnya, dan terakhir tentu saja kesempatan untuk mendapatkan hibah modal kerja sampai 2 Milyar. Every big thing has small beginning. Jangan ragu untuk mulai dari hal kecil.

Yoga sendiri didapuk sebagai local hero untuk Semarang. Usahanya yang diirintis pada 2015, berupa stand tajil dipinggir jalan Tirto Agung saat bulan Ramadan, usahanya ini lalu berkembang menjadi 2 cabang saat ini di Semarang.

Sejak tahun 2017 Loffle menjadi TOP #3 Best dessert restaurant di Semarang versi TripAdvisor, situs forum review untuk Hotel, Restaurant, dan Tempat wisata terbesar di dunia.

Muhammad Aga, Co-Founder Coffee S.M.I.T.H. Roaster & IBC Champion 2018

Didapuk sebagai Mentor Nasional DSC|X 2019,  Muhammad Aga mengatakan bahwa ajang DSC|X 2019 begitu penting dan bernilai tinggi untuk diikuti oleh para wirausahawa muda Indonesia.

Ajang istimewa ini memberikan modal yang besar untuk membantu membiayai bisnisnya sampai tahap awal. Untuk itu peluang ini harus ditangkap oleh pengusaha muda yang berbisnis apapun.

Karena program DSC|X ada di beberapa kota maka hal ini bagus untuk menangkap keberagaman bisnis terutama yang mengusung local content atau berdasarkan sumberdaya yang terdekat.

Dirinya yakin Semarang adalah sebuah kota istimewa yang siap memunculkan wirausahawan muda nan tangguh dan mumpuni lewat DSC|X 2019.

Andi Saptari dari Coworking Indonesia

Dalam ajang kompetisi kali ini, Wismilak Foundation menggandeng Coworking Indonesia. Bagi kami beliau tidak asing, mengingat Coworking Indonesia pernah roadshow juga di Semarang.

Hadirnya Coworking Indonesia, ini berarti acara dibeberapa kota akan dilakukan hal yang seperti di Semarang. Catat nama coworking space ini yang nanti digunakan untuk acara, yaitu Satu Atap, Ngalup.co, Dagadu Djokdja, CO&CO, Impala Space, CoHive at Clapham, dan Kembali Innovation Hub.

...

Kami harap antusias besar di Semarang juga terjadi dibeberapa kota. Selain itu, ada tiga perguruan tinggi di tiap kota yang turut berpartisipasi pada rangkaian kegiatan di atas, antara lain Institut Teknologi 10 Nopember, Universitas Mahardika, Universitas Ciputra, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Gajahmada, Universitas Negeri Yogyakarta, dan beberapa perguruan tinggi lainnya.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Thursday, June 20, 2019

[Photoblog] Bazaar Handphone Lebaran 2019


Plasa Simpang Lima juga turut menggelar pameran handphone dengan memanfaatkan libur lebaran, 6-16 Juni 2019. Seperti apa suasana pameran bertajuk Bazaar Handphone Lebaran ini.

Pameran ini terbilang konsisten, sama seperti yang dilaksanakan di Java Mall. Momennya sama dan nama acaranya juga sama.

Buat yang pertama kali berkunjung, mungkin orang-orang yang memberi selebaran promosi tidak masalah. Tapi buat kami, itu sedikit mengganggu. Maafkan kami karena tidak tertarik ketika ditawarkan selebaran. Maklum tidak sedang ingin membeli.

Saat kunjungan kami Selasa sore (11/6), suasana terasa lebih sepi ketimbang yang ada di Java Mall. Maklum, satu lokasi hanya untuk pameran dan di lantai atasnya juga ada gerai-gerai handphone. Sebuah tantangan sebenarnya untuk pameran ini sendiri.

Berikut beberapa foto yang kami abadikan.




Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Saturday, June 15, 2019

Vera Damayanti, Kembali Menjadi Ketua HPI Cabang Kota Semarang Untuk Periode 2019-2024


HPI atau Himpunan Pramuwisata Indonesia cabang Kota Semarang kembali dipimpin oleh vera Damayanti setelah sukses memenangi suara terbanyak dalam pemilihan saat acara musyawarah cabang yang digelar di Hotel Puri Garden Semarang, Rabu (12/6) kemarin.

Mungkin ini pertama kali kami mengikuti kegiatan atau acara yang didalamnya terdapat aktivitas pemilihan ketua. Apalagi bukan datang sebagai anggota, rasanya ini acara tidak diperuntukkan buat kami. Untunglah, semua berjalan lancar.

Dukungan dari Pemkot hingga Pemprov

Selama ini kami mengenal beberapa pramuwisata atau pemandu wisata yang ada di Kota Lama. Namun baru kali ini kami masuk dalam lingkungan wadah yang menaungi semua pemandu wisata yang ada di Kota Semarang.

Tak heran, tamu undangan yang hadir berasal dari beragam kalangan. Sebut saja ASITA, ASPII, DPD HPI Jateng, STIEPARI Semarang, hingga perwakilan kampus yang hadir dari UNISBANK, UDINUS DAN UNTAG.

Lalu, tamu undangan lain yang datang dari pemerintahan juga hadir. Ada Disporapar Jawa Tengah dan Dinas Pariwisata Kota Semarang yang turut membawa pemenang Denok Kenang 2019.

Pak Trenggono dari Disporapar Jawa Tengah

Disporapar atau Dinas Kepemudaan Olah Raga dan Pariwisata Jawa Tengah yang diwakili Pak Trenggono, Kepala Bidang Kelembagaan, dalam sambutannya mengatakan untuk tetap amanah menjadi bagian Pariwisata Indonesia.

Pak Sapto dari Dinas Pariwisata Kota

Dari Dinas Pariwisata Kota, yang diwakili Pak Sapto, dalam sambutannya juga mengatakan 'siapapun yang dipilih, Pemkot akan mendukung'. Ketua baru diharapkan dapat juga mengangkat kesejahteraan anggota dan tentu saja, HPI baru dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Semarang.

2 Calon


Dalam musyawarah pemilihan Ketua DPC HPI Kota Semarang ini hanya ada dua orang calon. Ibu Vera yang sebelumnya menjabat sebagai ketua melawan Mardiono yang sudah aktif dari tahun 2000 sebagai pemandu. Karena kepengurusan kosong, acara sendiri diambil alih oleh tim permatur yang terdiri dari perwakilan-perwakilan, seperti dosen, pegiat dan lainnya.

Kedua kandidat diberi kesempatan berbicara tentang visi misi yang dimulai dari Pak Mardiono. Beliau memiliki program jangka pendek dan panjang. Seperti pelatihan untuk pengembangan SDM khusus untuk pemandu Kota Semarang, merangkul anggota, peningkatan kerja sama dan lainnya.

Pak Mardiono

Sedangkan Ibu Vera, berharap para pemandu akan lebih profesional lagi dan berkarakter. Beliau menyadari tambah tahun semakin berat. Pemandu wisata sekarang ini disebut ensiklopedia berjalan. Harus menguasai informasi dan satu sisi juga diharapkan sebagai pendamping. Ini adalah tuntutan global.

Ibu Vera

Pemilihan 

Pemilihan sendiri diikuti oleh 116 anggota yang terdaftar. Bila mengingat kesan Pemilu kemarin yang masih hangat dibicarakan, maka cara pemilihan yang dilakukan kurang lebih sama. Bedanya, anggota yang memilih dengan memasukkan kartu anggota yang dimiliki.

Tiap orang masuk ke bilik dengan kotak suara yang sudah ada di dalam. Meski dilakukan pengulangan, jumlah suara pada akhirnya tetap menentukan Ibu Vera kembali menjabat sebagai ketua. Sekaligus juga, membentuk kepengurusan baru HPI Cabang Kota Semarang periode 5 tahun berikutnya.

 Tim formatur yang bekerja keras melakukan pemilihan
Selamat buat Ibu Vera atas terpilihnya kembali sebagai ketua

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap